www.balaitl.com
header.jpg
Kamis, 24 Apr 2014  
 
Customer Support
BalaiTL YM Service
BalaiTL YM Service

Dwi S. Haryanto

   
BalaiTL YM Service
BalaiTL YM Service

Dwi Ryant

   
BalaiTL YM Service
BalaiTL YM Service

insan nur sulistiawan

   
Pooling
Dari mana Anda tahu Alamat WEB kami ?
Search Engine
Kawan
Media Cetak
Media Promosi Lain

Lihat Hasil


USER ONLINE
1
TOTAL VISITOR
234649
 
 
 

BALAI TEKNOLOGI LINGKUNGAN - BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI

Berita  |  Artikel  | 

Bioremediasi Cemaran Minyak dengan Teknik Biopile

Penulis :M. Abdul Kholiq, Dipl.Ing.M.Sc, Dr
 

 

Pengertian Bioremediasi

Remediasi adalah tindakan untuk memulihkan kembali suatu keadaan lingkungan yang telah tercemar. Bila di dalam remediasi digunakan organisme hidup, maka teknik itu disebut bioremediasi. Dalam pengertian yang lebih sempit, bioremediasi secara khusus digunakan bagi teknik yang memanfaatkan mikroba di dalam remediasi. Bila agensia biologi yang digunakan adalah tumbuhan, maka teknologinya disebut fitoremediasi. Bioremediasi dianggap sebagai alternatif yang lebih murah. Oleh karena itu bioremediasi, baik secara sendiri maupun kombinasi dengan metode lain, telah berkembang dan makin banyak digunakan dalam pemulihan air dan tanah tercemar.

Pengertian Teknik Biopile

Bioremediasi cemaran minyak antara lain dilakukan dengan teknik biopile, yaitu dengan memanfaatkan mikroba untuk menguraikan bahan-bahan pencemar (dalam hal ini hidrokarbon minyak) yang terkandung di dalam tanah, lumpur, pasir, dan sebagainya, menjadi senyawa lain yang lebih sederhana dan tidak berbahaya. Biopile juga dikenal sebagai biocells, bioheaps, biomounds, dan compost pile. Teknologi ini dilakukan dengan menumpuk tanah-tanah yang terkontaminasi dan menstimulasi aktivitas mikroba dengan memperhatikan aerasinya, menambahkan nutrisi-nutrisi, menjaga kelembaban, dan perlakukan-perlakuan yang lain untuk meningkatkan aktivitas mikroba dalam mendegradasi senyawa-senyawa pencemar hidrokarbon dari minyak.

Keunggulan Teknik Biopile

Dibanding dengan teknik-teknik bioremediasi yang lain, teknik biopile menawarkan beberapa keunggulan atau keuntungan, di antaranya:

1. Waktu proses biodegradasi (untuk mencapai target 1% sesuai peraturan yang berlaku) lebih cepat dibanding beberapa teknik yang lain. Teknik biopile memerlukan waktu sekitar 1,5 – 2 bulan (a.l. tergantung jenis cemaran minyak), lebih cepat dibanding beberapa teknik yang lain yang rata-rata memerlukan waktu 6 bulan.

2. Lahan yang diperlukan lebih sedikit. Hal ini karena tanah tercemar, setelah dicampur dengan bahan-bahan lain yang diperlukan, dapat ditumpuk setinggi 1,5-3 meter. Hal ini dimungkinkan karena dilengkapai sistem aerasi aktif. Sementara, ketinggian maksimal tumpukan tanah pada teknik yang lain tanpa aerasi aktif hanya 30 cm.

3. Proses bioremediasi dengan teknik biopile dapat lebih terkontrol dibanding beberapa teknik bioremediasi yang lain.

R&D di BTL-BPPT

Riset dan pengembangan teknik biopile terus dilakukan di Lab. Mikrobiologi dan Lab. Proses dan Bioremediasi, Balai Teknologi Lingkungan. Fokus R&D teknik biopile adalah mencari dan menguji mikroba unggul pendegradasi cemaran minyak dan optimasi proses. R&D yang dilakukan antara lain untuk menguji pengaruh dan mencoba penambahan nutrisi, penambahan surfaktan, penambahan mikroba, dan bulking agent terhadap efisiensi degradasi cemaran minyak. Uji coba dilakukan untuk mendegradasi berbagai macam cemaran minyak.R&D ini didukung oleh Lab. Analitik dan Lab. Ekotoksikologi terkait dengan analisa hasil degradasi dan uji toksikologi hasil pengolahan. Penerapan Teknik Biopile oleh Tim BPPT Teknik biopile untuk bioremediasi cemaran minyak telah diaplikasikan dengan sukses di salah satu partner BPPT di Riau, di sebuah CLTS (Centralized Land Treatment Site) yang merupakan tempat penampungan dan pengolahan tanah atau bahan padat lain yang terkontaminasi hidrokarbon (minyak). Tanah yang diolah dengan teknik biopile ini adalah tanah, pasir, atau lumpur yang mengandung minyak yang berasal dari berbagai sumber, a.l. dari proses pengeboran (drilling mud dan cutting), tumpahan minyak, sludge minyak, dsb.

 

Contact Person:

Dr.-Ing. M. Abdul Kholiq, MSc.

Balai Teknologi Lingkungan (BTL – BPPT)

Ged. 412 Kawasan Puspiptek Serpong

15314 Tangerang Selatan

Tel. 021 7560919 Fax. 021 756 3116

Email: abduh38@yahoo.de, abdulkholiq38@webmail.bppt.go.id

Blog: http://abduh38.wordpress.com/

 

Artikel Lain
RESUME SEMINAR NASIONAL APLIKASI TEKNOLOGI BIOREMEDIASI UNTUK PEMULIHAN LINGKUNGAN TERCEMAR MINYAK BUMI
Bioremediasi Cemaran Minyak dengan Teknik Biopile
Biometanasi Melalui Proses Solid Fermentation Limbah/Sampah Organik
MENGUTAK ATIK : KUNCI MENUMBUHKAN KREATIVITAS PENELITI
LABORATORIUM ANALITIK Balai Teknologi Lingkungan - BPPT Akreditasi ISO 17025
Rekayasa Ekologi Penanaman Mangrove dengan Metode REM di Pantai Utara Kota Pekalongan untuk menahan abrasi pantai
 
BALAI TEKNOLOGI LINGKUNGAN (BPPT)
Gedung 820 GEOSTECH Puspiptek, Serpong Tangerang, Banten - INDONESIA
Telp : 021-7560919 Fax : 021-7563116
Email : info@balaitl.com
Copyright @ Balai Teknologi Lingkungan - BPPT 2007
Resolusi Optimal 1024 x 768 pixel, Browser Internet Explorer
www.balaitl.com